Showing posts with label Islamic. Show all posts
Showing posts with label Islamic. Show all posts

Saturday, 2 April 2011

Ikhlas Kunci Amal

Ikhlas artinya kita berbuat dan melakukan apa pun hanya dengan niat untuk meraih ridha Allah, bukan untuk apa pun dan bukan untuk siapa pun. Ikhlas adalah kunci diterimanya ibadah dan bentuk-bentuk amal kebajikan. Meski besar nilainya di mata manusia, amal tersebut tidak ada artinya di mata Allah bila tidak dibarengi dengan keikhlasan. Namun, sekecil apa pun kebajikan itu di mata manusia, bila dibarengi dengan niat ikhlas, ia sangat besar nilainya di hadapan Allah.

Perhatikan firman-firman-Nya di dalam Alquran, semua menegaskan keikhlasan. Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (QS al-Anfam [6]: 162).

Dalam QS al-Bayinah [98]: 5, Allah mengaskan bahwa umatumat terdahulu (para ahlulkitab) juga diajarkan untuk berbuat ikhlas dalam buku-buku mereka. Mengapa? Karena, keikhlasan inti dari agama yang benar. Kepada Rasulullah SAW, Allah menegaskan, Sesungguhnya Kami menurunkan Alquran kepadamu (Muhammad) dengan kebenaran. Maka, sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih, alkhalish. (QS az-Zumar [39]: 2-3).

Hadis berikut ilustrasi mengerikan dalam perjalanan panjang di Hari Akhir bagi sosok-sosok alim dan yang tampak dalam tampilan fisiknya seperti manusia suci. Yang pertama akan diadili di mahkamah Allah adalah orang yang mati di jalan perang (syahid). Ketika ditanya, ia menjawab bahwa ia berperang sampai mati syahid. Dikatakan kepadanya, Kamu bohong! Kamu berperang dengan niat supaya kamu dikatakan pemberani, dan orang-orang sudah menyebut itu. Apa yang terjadi? Ia pun diseret dan dimasukkan ke dalam api neraka.

Kedua, ulama, pengajar Alquran, dan pencerah umat. Ketika ditanya, ia menjawab bahwa saya mencari ilmu dan mengajarkannya. Saya juga mengajarkan Alquran. Lalu dikatakan kepadanya, Kamu dusta! Kamu mencari dan mengajarkan ilmu dengan niat supaya dikatakan alim, dan orang-orang percaya itu. Apa yang terjadi? Ia pun diperlakukan sama, diseret dan dicampakkan ke dalam neraka.

Ketiga, hartawan dan dermawan. Ketika ditanya, ke mana harta itu dipergunakan, ia menjawab bahwa ia telah menginfakkannya untuk umat. Lalu dikatakan kepadanya, Kamu pembohong! Kamu lakukan itu dengan niat supaya disebut dermawan, dan orang-orang pun percaya itu. Lalu apa yang terjadi? Ia pun diperintahkan untuk dilempar ke dalam jurang neraka.

Ternyata banyak amal kebajikan bahkan hingga menguras harta, berpeluh keringat dan darah, tapi kemudian sia-sia dan tak berbekas, bahkan direspons dengan siksa neraka oleh karena tidak disertai dengan ikhlas. Karenanya, mari kita tempatkan kebajikan kita dalam ruang suci bernama ikhlas. Jangan takut bila perbuatan kita tidak diketahui atau tidak dipuji orang. Karena pujian orang banyak tidak ada artinya bila Allah menolaknya. Tapi, takutlah bila perbuat an kita ditolak Allah karena tidak ikhlas. Sebut sebuah hadis, gSeandainya seseorang di antara kalian melakukan suatu kebaikan di tengah padang sahara yang sangat sepi, dalam ruang tertutup tanpa pintu, amal itu suatu saat pasti akan ketahuan juga.

Sunday, 27 March 2011

Siapa Bilang Biaya Sertifikasi Halal Mahal ?

Siapa Bilang Biaya Sertifikasi Halal Mahal?
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Biaya sertifikasi halal yang ditetapkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), tergolong murah. Apalagi jika dibandingkan dengan ongkos sertifikat lainnya seperti ISO ataupun biaya produk itu sendiri. Terdapat variasi harga untuk industry kecil menengah (IKM) dan perusahaan besar mulai dari batas minimal 0 hingga 5 juta. Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif LPPOM MUI, Lukmanul Hakim.

Lukmanul menjelaskan, penentuan harga ditetapkan berdasarkan variable besar kecil perusahaan dan tingkat kerumitan audit. Tetapi, harga tersebut jauh lebih murah jika melihat masa berlaku sertifikat selama 2 tahun. Bahkan, produk mie instan dengan asumsi jutaan produk yang dihasilkan oleh sebuah produsen dalam setahun misalnya, total biaya sertifikasi hanya mencapai 0,005 rupiah per kemasan. Bandingkan dengan ongkos kemasan yang mencapai 30 persen dari produk yang dihasilkan. “Sertifikasi halal ternyata lebih murah,” kata dia

Lukamanul mengemukakan, pihaknya tidak menutup mata bagi  IKM yang tersebar di berbagai daerah. Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait baik di tingkat pemerintah daerah, koperasi pembinaan, dan LPPOM Provinsi. Terutama guna melakukan sertifikasi terhadap IKM tersebut.

Upaya ini, ujar Lukmanul, membuahkan hasil. Di tahun 2010 sebanyak 2000 IKM telal tersertifikasi di Jawa Barat. Beberapa daerah pun menyusul seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Jawa Timur.  “Kita ingin permudah pembinaan IKM, bukan berarti hilangkan halal, yang halal tetap halal, karena mereka adalah potensi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Lukmanul mengatakan, pembinaan ini penting karena masih banyak produk yang beredar di daerah dan belum tersertifikasi. Dengan terobosan yang sudah berjalan sejak 2006 itu diharapkan bisa memberikan jaminan bagi produk-produk jajanan yang selama ini ada di tengah-tengah masyarakat.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kustantina mengatakan guna mengawasi berbagai produk jajanan di masyarakat, BPOM melakukan sampling dan pengujian terhadap berbagai produk yang beredar. Bekerjasama dengan LPPOM MUI, pihaknya melakukan pengkajian terutama menyangkut tiga hal yaitu segi kemanan, kasiat atau manfaat, dan mutu. “Sisi halal ada di LPPOM dan thayyib ada BPOM."

Karenanya, ujar Kustantinah, berbagai produk yang hendak disertefikasi mesti sudah diuji dan dievaluasi BPOM.  Selama tidak memenuhi ketiga hal tersebut, maka berdasarkan standar persyarantan internasional produk pangan dan obat-obatan, produk tersebut bisa ditarik dari peredaran.  “Ada 31 unit balai BPOM di daerah yang siap melakukan fungsi itu,” katanya.